Buruknya pengelolaan APBD Kota Solo pimpinan Joko Widodo (Jokowi) yang kini mencalonkan diri sebagai gubernur DKI kembali diungkap. Kasus anggaran perjalanan dinas (Perdin) ramai menjadi pembicaraan di media social. Terungkap bahwa total biaya perjalanan PNS Kota Solo mencapai Rp33,3 miliar.
Asumsinya apabila jumlah itu dibagi dengan 246 hari aktif di sepanjang tahun, belanja perjalanan dinas plus uang transportasi dan akomodasi PNS mencapai Rp135 juta lebih/hari. Wooww..
Adakah penyelewengan anggaran dari data tersebut? Menurut investigasi yang dilakukan oleh media “Solopos” beberapa waktu lalu, ditemukan kasus seperti berikut ini:
Suara renyah resepsionis sebuah biro perjalanan yang berlokasi di Solo barat menyapa dari seberang. “Ada yang bisa dibantu?” begitu dia menyapa, Jumat (25/5/2012).
Wanita itu diam, mendengarkan saya yang mengaku sebagai petugas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bicara. “Kalau itu yang biasanya mengurus Mas Andi (bukan nama sebenarnya-red). Tunggu sebentar ya Bu. Akan saya hubungkan,” ujarnya.
Tak sampai 15 menit. Andi langsung sepakat. Laki-laki itu bersedia membuatkan tiket perjalanan pulang-pergi dengan pesawat dari Solo ke Jakarta plus boarding pass untuk sebuah kunjungan kerja (kunker) fiktif pada 25 Juni hingga 27 Juni nanti. Begitu mudah. Begitu cepat.
“Untuk pembuatan tiket fiktif biayanya murah, selembarnya hanya Rp 75.000. Yang agak mahal bikin boarding pass-nya kurang lebih Rp 250.000/orang. Bisanya saya cuma itu Bu. Tapi kalau Ibu menghendaki perjalanan fiktif ke Jakarta untuk 10 orang, lengkap dengan pembuatan kuitansi hotel dan lainnya akan saya usahakan dulu. Tidak mudah soalnya. Nanti akan saya hubungi lagi Bu,” janjinya.
Begitu mudah menyelewengkan anggaran perdin Kota Solo, tiket dan boarding pass bisa dibuat, artinya bisa jadi sebagian besar Perdin pejabat Kota Solo itu fiktif, begitupula dengan Perdin walikota Joko Widodo.
Adakah kemungkinan perjalanan Jokowi selama mencalonkan gubernur DKI Jakarta juga menggunakan anggaran perdin bersumber APBD? Memang belum ada bukti-bukti yang akurat mengenai dugaan itu, namun di twitter akun @triosrigala2012 berkicau bahwa selama proses pencalonan Jokowi sebagai gubernur DKI, perjalanan Solo-Jakarta-Solo Jokowi menggunakan APBD Solo dengan dalih itu bagian dari perjalanan dinas.
@TrioSrigala2012 : Info A2= Selama Kampanye. Jokowi PP Solo-Jakarta-Solo gunakan APBD Surakarta #TinjuKerbau @Triomacan2000 #usutperdinsolo
@TrioSrigala2012 : Jadi apakah selama masa kampanye Jokowi menggunakan APBD Kota Solo dgn Perdin ? #UsutPerdinSolo Jokowi korupsi ? @TrioMacan2000
@TrioSrigala2012 : Usut Perdin Kota Solo, Jokowi korupsi ? has been chirpified! http://chirpstory.com/li/15204
Bila dicermati hasil investigasi yang dilakukan Solopos itu, memang peluang Jokowi menyalahgunakan anggaran Perdin Kota Solo sangat terbuka, apalagi semua bisa dimanipulasi. Bahkan Menteri Keuangan Agus Martowardoyo pun mengeluhkan bahwa sebesar 40% anggaran perjalanan dinas di Indonesia di korupsi pejabatnya. Siapa tahu Walikota Solo termasuk yang menikmati 40% anggaran Perdin tersebut?
Biaya pulang pergi Solo-Jakarta-Solo selama Jokowi mencalonkan diri jadi gubernur DKI tak bisa dibilang sedikit. Sangat kontras ketika Jokowi sering mengatakan dia adalah cagub yang tidak punya uang dan paling irit mengeluarkan biaya kampanye.
Pertanyaannya darimana Jokowi punya uang untuk biaya perjalanan Solo-Jakarta-Solo selama 5 bulan terakhir ini? Bisa jadi APBD Kota Solo ikut membiayai pencalonan Jokowi sebagai calon gubernur DKI tapi ini masih DUGAAN. Karena sampai sekarang juga Jokowi masih tertutup soal kasus perjalanan para pejabat Kota SOLO yang menghabiskan ratusan juta rupiah yang diungkap SOLOPOS.

Orang goblok, Jokowi khan pengusaha mebel, uang receh perjadin mah cuma ecek2 buat dia. Praktek2 penyelewengan di atas mungkin saja, tapi kalo gak paham cara kerja PNS, lebih baik diam saja. Buat apa perjalanan fiktif pake pesawat, dengan biaya mahal pula, kalo bisa lewat darat yg tidak perlu bukti perjalanannya.
BalasHapusBisa Jadi
BalasHapusKemungkinan
Siapa Tahu
DASAR FAKTA FIKTIF...
BUKTIKAN FAKTANYA!!!
JANGAN BIKIN BERITA FIKTIF!!!
Manusia setengah dewa = manusia jadijadian = munafik
BalasHapusKlo memang terbukti knpa g ngelapor ke KPK..Kan jelas perkaranya...
BalasHapusFitnah Itu Lebih Kejam daripada Pembunuhan... anda memfitnah, sama dengan anda membunuh semua manusia beriman... itu adalah Firman Allah... Jadi Kira-kira nanti di akhirat Jokowi yg tertawa, Atau anda yg tertawa... Kalo yg anda beritakan bohong, anda memfitnah, Jokowi yg tertawa. Betapapun benar, anda sudah menceritakan keburukan orang lain di depan umum... anda telah memakan bangkai saudara anda sendiri.... Jadi, apapun yg anda tulis tidak ada manfaatnya sama sekali, walaupun manfaat yg engkau harap hanya seberat biji sawi... NOL KOMA NOL. Wawalahualam...
BalasHapus