Rabu, 13 November 2013

Terkuak Perdin Kota Solo Ratusan Juta Perhari, Jokowi Korupsi ?

Buruknya pengelolaan APBD Kota Solo pimpinan Joko Widodo (Jokowi) yang kini mencalonkan diri sebagai gubernur DKI kembali diungkap. Kasus anggaran perjalanan dinas (Perdin) ramai menjadi pembicaraan di media social. Terungkap bahwa total biaya perjalanan PNS Kota Solo mencapai Rp33,3 miliar.

Asumsinya apabila jumlah itu dibagi dengan 246 hari aktif di sepanjang tahun, belanja perjalanan dinas plus uang transportasi dan akomodasi PNS mencapai Rp135 juta lebih/hari. Wooww..

Adakah penyelewengan anggaran dari data tersebut? Menurut investigasi yang dilakukan oleh media “Solopos” beberapa waktu lalu, ditemukan kasus seperti berikut ini:

Suara renyah resepsionis sebuah biro perjalanan yang berlokasi di Solo barat menyapa dari seberang. “Ada yang bisa dibantu?” begitu dia menyapa, Jumat (25/5/2012).

Wanita itu diam, mendengarkan saya yang mengaku sebagai petugas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bicara. “Kalau itu yang biasanya mengurus Mas Andi (bukan nama sebenarnya-red). Tunggu sebentar ya Bu. Akan saya hubungkan,” ujarnya.

Tak sampai 15 menit. Andi langsung sepakat. Laki-laki itu bersedia membuatkan tiket perjalanan pulang-pergi dengan pesawat dari Solo ke Jakarta plus boarding pass untuk sebuah kunjungan kerja (kunker) fiktif pada 25 Juni hingga 27 Juni nanti. Begitu mudah. Begitu cepat.

“Untuk pembuatan tiket fiktif biayanya murah, selembarnya hanya Rp 75.000. Yang agak mahal bikin boarding pass-nya kurang lebih Rp 250.000/orang. Bisanya saya cuma itu Bu. Tapi kalau Ibu menghendaki perjalanan fiktif ke Jakarta untuk 10 orang, lengkap dengan pembuatan kuitansi hotel dan lainnya akan saya usahakan dulu. Tidak mudah soalnya. Nanti akan saya hubungi lagi Bu,” janjinya.

Begitu mudah menyelewengkan anggaran perdin Kota Solo, tiket dan boarding pass bisa dibuat, artinya bisa jadi sebagian besar Perdin pejabat Kota Solo itu fiktif, begitupula dengan Perdin walikota Joko Widodo.

Adakah kemungkinan perjalanan Jokowi selama mencalonkan gubernur DKI Jakarta juga menggunakan anggaran perdin bersumber APBD? Memang belum ada bukti-bukti yang akurat mengenai dugaan itu, namun di twitter akun @triosrigala2012 berkicau bahwa selama proses pencalonan Jokowi sebagai gubernur DKI, perjalanan Solo-Jakarta-Solo Jokowi menggunakan APBD Solo dengan dalih itu bagian dari perjalanan dinas.

@TrioSrigala2012 : Info A2= Selama Kampanye. Jokowi PP Solo-Jakarta-Solo gunakan APBD Surakarta #TinjuKerbau @Triomacan2000 #usutperdinsolo

@TrioSrigala2012 : Jadi apakah selama masa kampanye Jokowi menggunakan APBD Kota Solo dgn Perdin ? #UsutPerdinSolo Jokowi korupsi ? @TrioMacan2000

@TrioSrigala2012 : Usut Perdin Kota Solo, Jokowi korupsi ? has been chirpified! http://chirpstory.com/li/15204

Bila dicermati hasil investigasi yang dilakukan Solopos itu, memang peluang Jokowi menyalahgunakan anggaran Perdin Kota Solo sangat terbuka, apalagi semua bisa dimanipulasi. Bahkan Menteri Keuangan Agus Martowardoyo pun mengeluhkan bahwa sebesar 40% anggaran perjalanan dinas di Indonesia di korupsi pejabatnya. Siapa tahu Walikota Solo termasuk yang menikmati 40% anggaran Perdin tersebut?

Biaya pulang pergi Solo-Jakarta-Solo selama Jokowi mencalonkan diri jadi gubernur DKI tak bisa dibilang sedikit. Sangat kontras ketika Jokowi sering mengatakan dia adalah cagub yang tidak punya uang dan paling irit mengeluarkan biaya kampanye.

Pertanyaannya darimana Jokowi punya uang untuk biaya perjalanan Solo-Jakarta-Solo selama 5 bulan terakhir ini? Bisa jadi APBD Kota Solo ikut membiayai pencalonan Jokowi sebagai calon gubernur DKI tapi ini masih DUGAAN. Karena sampai sekarang juga Jokowi masih tertutup soal kasus perjalanan para pejabat Kota SOLO yang menghabiskan ratusan juta rupiah yang diungkap SOLOPOS.

Heboh Pengakuan Wartawati ExTempo : Kebobrokan Media di Indonesia




Heboh di dunia maya, terkait tudingan penulis anonim dengan nama Jilbab Hitam, yang mengaku bekas wartawan Tempo angkatan 2006, di media sosial Kompasiana, Senin, 11 November 2013.
Kami tertarik mengulas karena ada fakta di dunia jurnalistik terkait suap demi sebuah kepentingan dan yang menarik perhatian dengan penggunaan nama pseudonym "Jilbab Hitam" ??
Fakta atau Jebakan baru? Simak penuturannya semoga kita mendapat hikmah agar jurnalis muslim anti menerima SUAP atau GRATIFIKASI...
Kebobrokan Media di Indonesia
Saya adalah seorang perempuan biasa yang sempat bercita-cita menjadi seorang wartawan. Menjadi wartawan TEMPO tepatnya. Kekaguman saya terhadap sosok Goenawan Mohamad yang menjadi alasan utamanya. Dimulai dari mengoleksi coretan-coretan beliau yang tertuang dalam ‘Catatan Pinggir’ hingga rutin membaca Majalah TEMPO sejak masih duduk di bangku pelajar, membulatkan tekad saya untuk menjadi bagian dalam grup media TEMPO.
Dengan polos, saya selalu berpikir, salah satu cara memberikan kontribusi yang mulia kepada masyarakat, mungkin juga negara adalah dengan menjadi bagian dalam jejaring wartawan TEMPO. Apalagi, sebagai awam saya selalu melihat TEMPO sebagai media yang bersih dari praktik-praktik kotor permainan uang. Permainan uang ini, dikenal dalam dunia wartawan dengan istilah ‘Jale’ yang merupakan perubahan kata dari kosakata ‘Jelas’.

“Jelas nggak nih acaranya?”

“Ada kejelasan nggak nih?”

“Gimana nih broh, ada jale-annya nggak?”

Kira-kira begitu pembicaraan yang sering saya dengar di area liputan. Istilah ‘Jelas’ berarti acara liputannya memberikan ongkos transportasi alias gratifikasi kepada wartawan, dengan imbal balik tentunya penulisan berita yang positif. Dari kata ‘Jelas’, kemudian bergeser istilah menjadi ‘Jale’ yang menjadi kosakata slank untuk ‘Uang Transportasi Wartawan’.

Perilaku menerima uang sudah menjadi sangat umum dalam dunia wartawan. Saya pribadi jujur sangat jijik dengan perilaku tersebut.

Ketika (akhirnya) saya bergabung dengan grup TEMPO di tahun 2006, sebagaimana cita-cita saya dulu sekali, saya merasa lega.

“Setidaknya, saya tidak menjadi bagian dari media-media ecek-ecek yang kotor dan sarat permainan uang” pikir saya.

Dulu, saya berpikir, media besar seperti TEMPO, Kompas, Bisnis Indonesia, Jawa Pos dan sebagainya, tidak mungkin bermain uang dalam peliputannya. Dulu, saya pikir, hanya media-media tidak jelas saja yang bermain seperti itu.

Namun fakta berkata lain. Sempat tidak percaya karena begitu dibutakan kekaguman saya pada kewartawanan, Goenawan Mohamad, TEMPO dan lainnya, saya sempat menolak percaya bahwa wartawan-wartawan TEMPO, Kompas, Bisnis Indonesia, Jawa Pos, Antara dan lain-lainnya, rupanya terlibat juga dalam jejaring permainan uang.

Media-media tidak jelas atau yang lebih dikenal dengan media Bodrek bermain uang dalam peliputannya. Hanya saja, dari segi uang yang diterima, saya bisa katakan kalau itu hanya Uang Receh.

Mafia-nya bukan disitu. Media-media Bodrek bukan menjadi mafia permainan uang dalam jual beli pencitraan para raksasa politik, korporasi, pemerintahan. Adalah media-media besar seperti TEMPO, Kompas, Detik, Antara, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Jawa Pos dan sebagainya, yang menjadi pelaku jual beli pencitraan alias menjadi mafia permainan uang wartawan.

Siapa tak kenal Fajar (Kompas) yang menjadi kepala mafia uang dari Bank Indonesia dalam permainan uang di kalangan wartawan perbankan?

Siapa tak kenal Kang Budi (Antara News) yang mengatur seluruh permainan uang di kalangan wartawan Bursa Efek Indonesia?

Siapa tak kenal duet Anto (Investor Daily) dan Yusuf (Bisnis Indonesia) yang mengatur peredaran uang wartawan di sektor Industri?

Banyak lagi lainnya, yang tak perlu saya ungkap disini. Tapi beberapa nama berikut ini, sungguh menyakitkan hati dan pikiran saya, sempat menggoyahkan iman saya, lantas betul-betul membuat saya kehilangan iman.

Adalah Bambang Harimurti (eks Pimred TEMPO yang kemudian menjadi pejabat Dewan Pers, juga salah satu orang kepercayaan Goenawan Mohamad di grup TEMPO) yang menjadi kepala permainan uang di dalam grup TEMPO.

Siapa bilang TEMPO bersih?

Saya melihat sendiri bagaimana para wartawan TEMPO memborong saham-saham grup Bakrie setelah TEMPO mati-matian menghajar grup Bakrie di tahun 2008 yang membuat saham Bakrie terpuruk jatuh ke titik terendah. Ketika itu, tak sedikit para petinggi TEMPO yang melihat peluang itu dan memborong saham Bakrie.

Dan rupanya, perilaku yang sama juga terjadi pada media-media besar lainnya, seperti yang sebut di atas.

Memang, secara gaya, permainan uang dalam grup TEMPO berbeda gaya dengan grup Jawapos. Teman saya di Jawapos mengatakan, falsafah dari Dahlan Iskan (pemilik grup Jawapos) adalah, gaji para wartawan Jawapos tidak besar, namun manajemen Jawapos menganjurkan para wartawannya mencari ‘pendapatan sampingan’ di luar. Syukur-syukur bisa mendatangkan iklan bagi perusahaan.

TEMPO berbeda. Kami, wartawannya, digaji cukup besar. Start awal, di angka 3 jutaan. Terakhir malah mencapai 4 jutaan. Bukan untuk mencegah wartawan TEMPO bermain uang seperti yang dipikir banyak orang. Rupanya, agar para junior berpikir demikian, sementara para senior bermain proyek pemberitaan.

Media sekelas TEMPO, Kompas, Bisnis Indonesia dan sebagainya yang sebut tadi di atas, tidak bermain Receh. Mereka bermain dalam kelas yang lebih tinggi. Mereka tidak dibayar per berita tayang seperti media ecek-ecek. Mereka di bayar untuk suatu jasa pengawalan pencitraan jangka panjang.

Memangnya, ketika TEMPO begitu membela Sri Mulyani, tidak ada kucuran dana dari Arifin Panigoro sebagai pendana Partai SRI?

Memangnya, ketika TEMPO menggembosi Sukanto Tanoto, tidak ada kucuran dana dari Edwin Surjadjaja (kompetitor bisnis Sukanto Tanoto)?

Memangnya, ketika TEMPO usai menghajar Sinarmas, lalu balik arah membela Sinarmas, tidak ada kucuran dana dari Sinarmas? Memang dari mana Goenawan Mohamad mampu membangun Salihara dan Green Gallery?

Memangnya, ketika grup TEMPO membela Menteri BUMN Mustafa Abubakar dalam Skandal IPO Krakatau Steel dan Garuda, tidak ada deal khusus antara Bambang Harimurti dengan Mustafa Abubakar? Saat itu, Bambang Harimurti juga Freelance menjadi staff khusus Mustafa Abubakar.

Memangnya, ketika TEMPO mengangkat kembali kasus utang grup Bakrie, tidak ada kucuran dana dari Menteri Keuangan Agus Martowardojo yang saat itu sedang bermusuhan dengan Bakrie? Lin Che Wei sebagai penyedia data keuangan grup Bakrie yang buruk, semula menawarkan Nirwan Bakrie jasa ‘Tutup Mulut’ senilai Rp 2 miliar. Ditolak oleh bos Bakrie, Lin Che Wei kemudian menjual data ini ke Agus Marto yang sedang berseberangan dengan grup Bakrie terkait sengketa Newmont. Agus Marto sepakat bayar Rp 2 miliar untuk mempublikasi data buruk grup Bakrie tersebut. Grup TEMPO sebagai gerbang pembuka data tersebut kepada masyarakat dan media-media lain, dapat berapa ya? Lin Che Wei dapat berapa?

Fakta-fakta itu, yang semula begitu enggan saya percayai karena fundamentalisme saya yang begitu buta terhadap TEMPO, sempat membuat saya frustrasi. Kalau boleh saya samakan, mungkin kebimbangan saya seperti seorang yang hendak berpindah agama. Spiritualitas dan mentalitas saya goncang akibat adanya fakta-fakta tersebut. Bukan hanya fakta soal permainan mafia grup TEMPO, tetapi juga fakta bahwa media-media besar bersama wartawan-wartawannya, lebih jauh terlibat dalam permainan uang dan jual beli pencitraan, layaknya jasa konsultan.

Mereka, media-media besar ini, tidak bermain Receh, mereka bermain dalam cakupan yang lebih luas lagi, baik deal politik tingkat tinggi, juga transaksi korporasi kelas berat.

Namun semua itu sebetulnya tidak terlalu saya masalahkan, hingga suatu hari saya lihat sendiri bahwa permainan uang dan jual beli pencitraan juga terjadi pada media tempat saya bekerja, TEMPO. Dikepalai oleh Bambang Harimurti sebagai salah satu Godfather mafia permainan uang dan transaksi jual beli pencitraan dalam grup TEMPO, kini tidak hanya bergerak dari dalam TEMPO, tetapi sudah menjadi jejaring antara grup TEMPO dengan para eks-wartawan TEMPO yang membangun kapal-kapal semi-konsultan untuk memperluas jaringan mereka, masih di bawah Bambang Harimurti.

Saya pribadi, memutuskan resign dari TEMPO pada awal tahun 2013. Muak dengan segala kekotoran TEMPO, kejorokan media-media di Indonesia, kejijikan melihat jejaring permainan uang dan jual beli pencitraan di kalangan wartawan TEMPO dan media-media besar lainnya.

Praktik mafia TEMPO kini semakin menjadi-jadi.

Agustus lalu, masih di tahun 2013, saya sempat mampir ke Bank Mandiri pusat di jalan Gatot Subroto. Saat itu, saya sudah resign dari grup TEMPO. Tak perlu saya sebut, kini saya bekerja sebagai buruh biasa di sebuah perusahaan kecil-kecilan, namun jauh dari permainan kotor TEMPO.

Di gedung pusat Bank Mandiri itu, saya memang janjian dengan eks-wartawan TEMPO bernama Eko Nopiansyah yang kini bekerja sebagai Media Relations Bank Mandiri. Ia keluar dari TEMPO dan pindah ke Bank Mandiri sejak tahun 2009, karena dibajak oleh Humas Bank Mandiri Iskandar Tumbuan.

Pada pertemuan santai itu, hadir juga Dicky Kristanto, eks-wartawan Antara yang kini juga menjabat sebagai Media Relations Bank Mandiri. Kami bincang bertiga. Pak Iskandar, yang dulu juga saya kenal ketika sempat meliput berita-berita perbankan sempat mampir menemui kami bertiga. Namun karena ada meeting dengan bos-bos Mandiri, pak Iskandar pun pamit.

Sambil menyeruput kopi pagi, saya berbincang bersama Eko dan Dicky. Mulai dari obrolan ringan seputar kabar masing-masing, hingga bicara konspirasi politik dan berujung pada obrolan soal aksi lanjutan TEMPO dalam ‘memeras’ Bank Mandiri terkait kasus SKK Migas.

Saya lupa siapa yang memulai pembicaraan mengagetkan itu, meski sebetulnya kami sudah tidak kaget lagi karena memang kami, kalangan wartawan (atau eks-wartawan) sudah paham betul perilaku wartawan.

Siapapun itu, Eko maupun Dicky menuturkan keluhannya terhadap grup TEMPO. Begini ceritanya.

“Ketika kasus suap SKK Migas yang melibatkan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini terkuak, saat itu beliau juga menjabat sebagai Komisaris Bank Mandiri. Dan memang harus diakui bahwa aktivitas transaksi suap, pencairan dana dan sebagainya, menggunakan rekening Bank Mandiri. Tapi ya itu kami nilai sebagai transaksi individu. Karena berdasarkan UU Kerahasiaan Nasabah, kami Bank Mandiri pun tidak dapat melihat dan memang tidak diizinkan menilai tujuan dari sebuah transaksi pencairan, transfer atau apapun, kecuali ada permintaan dari pihak Bank Indonesia, PPATK, pokoknya yang berwenang. Oleh sebab itu, kami tidak terlalu memusingkan soal apakah Bank Mandiri akan dilibatkan dalam kasus SKK Migas,” tuturnya.

“Tiba-tiba, masuklah proposal kepada divisi Corporate Secretary dan Humas Bank Mandiri dari KataData. Itu lho lembaga barunya Metta Dharmasaputra (eks-wartawan TEMPO) yang didanai oleh Lin Che Wei (eks-broker Danareksa). Gua kira KataData murni bergerak di bidang pemberitaan. Eh, nggak taunya KataData juga bergerak sebagai lembaga konsultan. Jadi KataData menawarkan jasa solusi komunikasi kepada Bank Mandiri untuk berjaga-jaga apabila isu SKK Migas meluas dan mengaitkan Bank Mandiri sebagai fasilitator aksi suap,” ungkapnya.

“Rekomendasinya sih menarik, KataData menawarkan agar aksi suap SKK Migas dipersonalisasi menjadi hanya kejahatan Individu, bukan kejahatan kelembagaan, baik itu lembaga SKK Migas maupun Bank Mandiri. Apalagi, Metta mengatakan bahwa tim KataData juga sudah bergerak di social media untuk mendiskreditkan Rudi Rubiandini dalam isu perselingkuhan, sehingga akan mempermudah proses mempersonalisasi kasus suap SKK Migas menjadi kejahatan individu semata,” jelasnya.

“Data-data yang ditampilkan KataData memang menarik, karena riset data dilakukan oleh IRAI, lembaga riset milik Lin Che Wei yang menjadi penyedia data utama KataData. Kalau tidak salah waktu itu data utang-utang grup Bakrie yang dibongkar TEMPO juga dari IRAI ya? Itu lho, yang tadinya ditawarin ke pak Nirwan dan karena ditolak kemudian dibayarin Agus Marto Rp 2 miliar untuk menghajar grup Bakrie,” papar dia.

“Kita sih waktu itu melaporkan proposal tersebut kepada para direksi Bank Mandiri. Dan selama sekitar 2 pekan, memang belum ada arahan dari direksi mau diapakan proposal tersebut. Penjelasan pak Iskandar (humas Bank Mandiri) sih, direksi masih melakukan koordinasi dengan Kementerian BUMN dan pemerintahan. Biar bagaimanapun ini isu besar, salah langkah bisa berabe akibatnya. Gua sih yakin, saat itu bos-bos lagi memetakan dulu kemana arah isu ini sebelum memberikan jawaban terhadap proposal yang masuk. Karena selain KataData juga ada dari pihak-pihak konsultan lainnya,” kata dia.

“Eeh, tau-tau Pak Iskandar bilang, gila, TEMPO makin jadi aja kelakuannya. Masak BHM (Bambang Harimurti) sampai menelpon langsung ke pak Budi (Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin) terkait proposal KataData yang memang belum kita respon karena masih memetakan arah isunya. Secara tersirat kita tau lah telepon itu semacam ancaman halus dari BHM dan KataData bahwa jika tidak segera direspon, maka data-data akan dipublikasi, tentunya dalam cara TEMPO mempublikasi data dong yang selalu penuh asumsi dan bertendensi negatif,” ungkap dia.

“Menurut Pak Iskandar, meski sudah diperingati soal bahaya menolak tawaran (alias ancaman) TEMPO grup adalah terjadinya serangan isu negatif kepada Bank Mandiri, rupanya Pak Budi (Direktur Utama Bank Mandiri) bersikeras tidak takut terhadap grup TEMPO. Penolakan memberikan respon cepat terhadap proposal KataData pun disampaikan kepada BHM (Bambang Harimurti),” singkap dia.

“Alhasil, terbitlah Majalah TEMPO edisi 18 Agustus 2013 dengan judul Setelah Rudi, Siapa Terciprat? yang isinya begitu mendiskreditkan Bank Mandiri dalam kasus SKK Migas. TEMPO membentuk opini bahwa aksi suap Rudi Rubiandini tidak akan terjadi apabila Bank Mandiri tidak memfasilitasinya,” keluh dia.

“Ini kan semacam pemerasan halus atau pemerasan Kerah Putih dari jejaring TEMPO (Bambang Harimurti), KataData (Metta Dharmasaputra, Eks-Wartawan TEMPO) dan IRAI (Lin Che Wei, Eks-Broker Danareksa dan pendana utama KataData). Begitu edisi tersebut tayang, kita sih tepuk dada saja menghadapi mafia TEMPO dalam memeras korban-korbannya. Biasanya memang begitu polanya. Begitu ada kasus skala nasional, calon-calon korban seperti kita (Bank Mandiri) akan didekati oleh mereka, ditawari jasa konsultan dengan ancaman kalau tidak deal, ya di blow up. Padahal data yang mereka publish tidak sepenuhnya benar. Tapi semua orang juga tau kalau TEMPO sangat pintar memainkan asumsi dan tendensi negatif,” keluh dia.

Mendengar cerita tersebut, dalam hati saya bersyukur kalau saya sudah tidak lagi menjadi bagian dari TEMPO yang sudah tidak bersih lagi. Mereka sudah menjadi bagian dari praktik mafia permainan uang wartawan dan transaksi jual beli pencitraan. Sama saja dengan media-media lainnya kayak Kompas, Antara, Detik, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Jawa Pos dan lain-lain.

Saya lega sudah dibukakan mata dan tidak lagi buta terhadap TEMPO maupun mimpi saya menjadi seorang wartawan yang bersih. Sulit menjadi bersih di kalangan wartawan. Godaan begitu banyak. Tidak hanya di luar organisasi tempat kamu bekerja, tetapi juga di dalam organisasi tempatmu bekerja.

Hampir mirip seperti PNS, mengikuti arus korupsi adalah sebuah keharusan, karena jika tidak, karirmu akan mandek. Korupsi yang melembaga tidak hanya terjadi di lembaga pemerintah. Jejaring wartawan, media seperti yang terjadi pada grup TEMPO, meski mereka seringkali memeras dengan ‘kedok’ melawan korupsi, toh kenyataannya grup TEMPO telah menjadi bagian dari praktik mafia permainan uang wartawan dan transaksi jual beli pencitraan.

TEMPO dan media-media besar lainnya tidak lagi bersih. Korupsi dalam grup TEMPO telah melembaga alias terorganisir, sebagaimana korupsi di organisasi pemerintahan, departemen dan sebagainya.

Saya bersyukur dibukakan mata dan dijauhkan dari dunia itu. Lebih senang dan tenang batin bekerja sebagai buruh biasa seperti yang saya lakukan kini.

Insya Allah jauh dari dunia hitam.
===========================
"Tanggapan Tempo"
Majalah Tempo bersama lembaga riset KataData dituding melakukan pemerasan terhadap Bank Mandiri berkaitan dengan kasus Rudi Rubiandini. Tudingan itu ditulis oleh penulis anonim dengan nama Jilbab Hitam, yang mengaku bekas wartawan Tempo angkatan 2006, di media sosial Kompasiana, Senin, 11 November 2013.

Di tulisan berjudul "TEMPO dan KataData ‘Memeras’ Bank Mandiri dalam Kasus SKK Migas?" disebutkan Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk Bambang Harimurti menelepon Dirut Mandiri Budi Gunadi Sadikin menanyakan soal proposal KataData, yang menawarkan diri sebagai konsultan komunikasi terkait penangkapan Direktur SKK Migas Rudi Rubiandini. Rudi adalah komisaris bank pemerintah itu.

Menurut penulis itu, karena Mandiri tak meloloskan proposal KataData, majalah Tempo lalu menerbitkan laporan bertajuk "Setelah Rudi, Siapa Terciprat?" pada edisi 18 Agustus 2013 dengan gambar sampul Rudi Rubiandini.

“Saya malah baru tahu ada proposal Metta (KataData) ke Mandiri dari tulisan ini. Kalau Tempo jauhlah dari memeras. Iklan yang diduga ‘bermasalah’ saja kami tolak kok,” kata Bambang. KataData adalah lembaga riset yang dipimpin Metta Darmasaputra, mantan wartawan Tempo.

Menurut dia, staf humas Mandiri, Eko Nopiansyah, yang disebut dalam tulisan itu sudah ditanya, dan membantahnya. “Kata Eko, hoax, dia tak pernah bertemu dengan eks wartawanTempo angkatan 2006, atau angkatan berapa pun, atau yang bukan eks wartawan Tempo, dan membicarakan yang dituduhkan penulis artikel itu,” kata Bambang


MUI Padang Tolak Kristenisasi Berkedok Bisnis James Riady


Ormas-ormas Islam dan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) telah bersepakat untuk turun ke jalan tanggal 6 November 2013
Saya yang mewakili MUI Sumbar mempertaruhkan diri Saya dan lembaga di hadapan kawan-kawan semua agar mereka jangan melakukannya untuk saat itu.
Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada kawan-kawan dari ormas Islam dan Ninik Mamak dari LKAAM yang bersedia menahan diri karena menghargai permintaan tersebut.
Namun, tidak turun ke jalan itu disepakati dengan dua syarat yaitu:
1. Tidak dilanjutkannya pembangunan fisik proyek Super Blok LG
2. Tidak dibuat buntunya dialog yang sudah terjadi.
Ini semua kami lakukan demi menjaga ketentraman Ranah Minang khususnya kota Padang.
Inilah yang telah Saya sampaikan kepada Kapolda Sumbar secara lisan dalam pertemuan dengan Kapolda.
Tapi setelah ditunggu begitu lama ternyata janji Walikota Padang untuk mendatangkan si James T Riady tidak juga dipenuhi maka MUI mengingatkan bahwa ingkar janji itulah yang menyulut berkobarnya emosi ormas-ormas Islam dan ninik mamak yang sangat bisa kami rasakan.
Karena itu MUI tidak bertanggung jawab lagi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Akhirnya permohonan MUI untuk tidak turun ke jalan, saya nyatakan "TELAH DICABUT" dalam pertemuan kemarin.
Segala resiko yang akan terjadi adalah tanggung jawab walikota yang tidak memenuhi janji,
MUI juga tidak rela bila nanti umat Islam yang disalahkan karena sudah cukup lama keshabaran mereka untuk menahan diri !!! Wallahu al-Musta'an
Penulis: Dr FB.  Buya Gusrizal.  
Beliau di MUI Padang, bidang Fatwa & di Bukittinggi sebagai penasehat radio
Izzis fm & pembina al Nadwah li izzatil Islam

Kronologis penolakan Umat Islam Sumatera Barat:
Untuk lebih jelas coba buka di fb group umat Islam Minangkabau menolak pemurtadan berkedok investasi atau juga di fb atas nama Buya Gusrizal gazahar beliau kordinasinya dan ketua bidang fatwa sumbar..
https://m.facebook.com/groups/1419676808245487?__user=100000203985060
Kronologis singkatnya: 
Pihak lippo grup yg dipimpin James Riady akan membangun rumah sakit yg bernama siloam, termasuk di dalamnya ada mall, sekolah dan perguruan tinggi.
Dan ini udah peletakan batu pertama yg dihadiri oleh para pejabat kota Padang dll bahkan sampai dewan syura Pks Hilmy Aminuddin.  
Akan tetapi sebagian ulama (Buya Gusrizal Gazahar ) mencium ada misi pemurtadan maka dengan gigih dan semangat untuk satu kata tidak ada tawar menawar yaitu: Tolak pembangunan RS siloam di ranah Minang. Yang awalnya hanya sedikit ormas dan lsm yg peduli dengan hal ini. Berkat kegigihan beliau utk menolak dan terus mendakwahkan untuk menolak baik lewat radio maupun ceramah beliau.  Sehingga bersatulah umat Islam untuk menolak.  
Yang puncak nya insyaAllah akan kumpul di masjid Nurul Iman Padang hari Selasa nanti yg bertepatan tahun baru hijriyah 1435 H.
TRADISI MISI TIPU MUSLIHAT DALAM BIBEL
Maraknya pengkristenan terhadap umat Islam yang dilakukan dengan cara tipu-menipu oleh para misionaris, tidak begitu mengagetkan, karena dalam kitab agama mereka banyak mengumbar kisah tipu-menipu. Berikut ini adalah beberapa daftar tipu muslihat yang dimuat dalam buku Indeks Kesalahan Alkitab:
1. Nabi Yakub berkonspirasi dengan ibunya untuk menipu Nabi Ishak, ayah kandungnya
Alkitab (Bibel) kitab Kejadian 27:1-40 mengisahkan bahwa Ishak, putra Nabi Ibrahim yang kedua mempunyai seorang Istri yaitu Ribkah dan dua orang putra yaitu Esau dan Yakub.
Karena Ishak sudah tua dan tidak bisa melihat lagi, maka sesuai dengan tradisi, dia harus memberkati anaknya yang sulung, yaitu Esau.
Rupanya, Ribkah adalah ibu yang pilih kasih kepada anaknya. Dia lebih mengasihi Yakub daripada Esau, anak sulungnya. Maka dengan sangat liciknya Ribkah dan Yakub menyusun rekayasa jahat agar yang diberkati oleh Ishak adalah Yakub itu.
Dengan tipuan muslihat yang ulung, Yakub dengan bantuan ibunya mengelabui Ishak yang sudah buta. Ketika Esau berburu binatang, Yakub memakai pakaian Esau dan menghadap ayahnya, mengaku sebagai Esau. Sedangkan ibunya merayu Ishak dengan suguhan masakan kesukaan Ishak. Setelah Ishak yakin bahwa anak yang di hadapannya itu adalah Esau, maka ia pun melakukan prosesi pemberkatan dalam nama Tuhan: “Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia,” kata Ishak.
...Sejak berhasil menipu ayahnya itulah Yakub alias Israel dalam Bibel diberkati Tuhan...
Sejak berhasil menipu ayahnya itulah Yakub alias Israel dalam Bibel diberkati Tuhan. Sementara Esau baru pulang berburu setelah pemberkatan dilakukan. Esau pun menangis meraung-raung karena hak pemberkatan sebagai anak yang sulung telah dirampas oleh konspirasi ibu dan adik kandungnya.
Dalam Bibel cetakan Indonesia, kisah penipuan ini diberi judul perikop “Yakub diberkati Ishak sebagai Anak Sulung.” Padahal, judul yang pas untuk konspirasi penipuan itu adalah: “Dalam nama Tuhan Nabi Ishak ditipu oleh istri dan anak kandungnya,” atau “Esau dikianati adik dan ibu kandungnya,” atau “Anak durhaka dan istri durhaka menipu Nabi Ishak yang malang,” atau “Pemberkatan Tuhan yang salah alamat kepada penipu dan pengkhianat yang durhaka.”
2. Nabi Yakub ditipu Laban, mertuanya dengan diberi umpan Lea untuk disetubuhinya (Kejadian 29:21-25).
Nabi Yakub dalam Bibel mengabdi kepada Laban selama tujuh tahun supaya dapat menikahi Rahel anak bungsunya yang cantik. Setelah tujuh tahun mengabdi, Yakub menagih janji kepada Laban untuk dapat menikahi sang putri, Rahel. Maka sesuai dengan kesepakatan, pesta pernikahan Yakub dan Rahel pun digelar.
Tetapi Laban berlaku curang, pada malam pertama pengantin, ia memberikan umpan Lea kepada Yakub untuk disetubuhinya. Lea adalah anak pertama Laban yang parasnya kurang cantik.
...Pagi hari setelah bangun tidur dari malam pertama pengantin, Yakub baru sadar bahwa wanita yang ditiduri semalam bukanlah Rahel yang diidolakannya. Maka ia pun protes kepada Laban mertuanya dan berkata, Mengapa Paman menipu saya...
Pagi hari setelah bangun tidur dari malam pertama pengantin, Yakub baru sadar bahwa wanita yang ditiduri semalam bukanlah Rahel yang diidolakannya. Maka ia pun protes kepada Laban mertuanya dan berkata, “Mengapa Paman perlakukan saya begini? Bukankah saya bekerja untuk mendapat Rahel? Mengapa Paman menipu saya?” (Kejadian 29:25, BIS).
3. Tamar menipu Yehuda (Putra Nabi Yakub), mertuanya dengan menyamar sebagai wanita sundal supaya ditiduri
Dalam Bibel kitab Kejadian 38:11-30 dikisahkan bahwa Tamar menjadi janda setelah ditinggal mati Onan, suaminya. Onan mati dihukum Tuhan karena melakukan kejahatan onani.
Karena ingin mempunyai anak, maka Tamar menipu mertuanya dengan menyamar sebagai wanita sundal (pelacur) di suatu malam. Karena lihai berakting, Tamar berhasil mengelabui Yehuda, mertuanya sehingga transaksi mesum pun dilakukan. Setelah tawar-menawar harga, akhirnya disepakati sekali satu kali main (short time) dibayar dengan seekor kambing muda. Bayarnya pun boleh belakangan alias kredit. (ayat 16-17).
...Karena ingin mempunyai anak, maka Tamar menipu mertuanya dengan menyamar sebagai wanita pelacur di suatu malam. Dari perbuatan zina menantu (Tamar) dengan mertuanya (Yehuda) itu, lahirlah dua anak kembar Peres dan Zerah. Dari benih Peres inilah di belakang hari lahir Yesus Kristus...
Dari perbuatan zina incest menantu (Tamar) dengan mertuanya (Yehuda putra Nabi Yakub) itu, lahirlah dua anak kembar Peres dan Zerah (ayat 27-30). Dari benih Peres inilah di belakang hari lahir Yesus Kristus (Injil Matius 1:3, Lukas 3:33).
4. Nabi penipu dan fasik
Tuhan dalam Bibel senantiasa mengutus para hamba-Nya, yakni nabi-nabi, untuk membimbing umat-Nya ke jalan yang benar: “Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus” (Yeremia 7:25, 25:4).
Tetapi dalam Bibel terdapat pula nabi-nabi fasik yang hobi melakukan tipu-menipu:
“Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar di antara mereka, semuanya mengejar untung, baik nabi maupun imam semuanya melakukan tipu” (Yeremia 6:13, 8:10).
“Sungguh, baik nabi maupun imam berlaku fasik; di rumah-Ku pun juga Aku mendapati kejahatan mereka, demikianlah firman Tuhan” (Yeremia 23:11).
Bila Nabi utusan Tuhan adalah penipu dan fasik, lalu bagaimana dengan mental dan moral para pengikutnya? [Abuya/ust.Dimas/taz]


Ini Fakta Jokowi Terlibat Korupsi. Masih Mau Pilih Jokowi?

JAKARTA (voa-islam)Kultwit yang dilancarkan akun whistle blower triomacan2000 mengungkap ada cela tak tak terelakan pada Jokowi, yaitu korupsi.
Rupanya di negeri ini tak hanya ada persaingan antara Mafia The Godfather dan China Connection, tetapi juga jaringan Jokowi dan kroninya yang selama ini telah menghancurkan NKRI dan merebut kekuasaan.
Lalu siapa otak budaya korupsi di RI, siapa buronan-buronan BLBI ?
Lihat daftarnya:
1. Siapa konglomerat tionghoa yang kuasai 5 juta hektare lahan di Indonesia ? Prayogo Pangestu.
2. Siapa perampok Rp.52.8 triliun di BCA? Antoni Salim!
3. Siapa pelaku penghancur pasar modal RI jaman Orba dengan laporan keuangan palsu ? James Riady (Pemilik Lippo Group, anak Muchtar Riady, eks Dirut BCA)
Coba periksa dan teliti latar belakang yang misterius, kita akan temukan fakta-fakta sebagai berikut :
1) Dari sekian banyak parameter keberhasilan seorang kepala daerah, Jokowi ternyata gagal di Solo. Tidak sukses sebagai walikota. Dibawah rata-rata.
2) Kemenangan Jokowi 2 kali dlm Pilkada Solo, lebih karena efektifitas opini yang dibangun oleh timnya. Bukan karena dia sukses membangun Solo.
3) Fakta membuktikan bagaimana kinerja Jokowi sbg walikota raportnya adalah Minus. Bahkan Wakil Walikota FX Rudytmo yang antek rotary club ini lebih berperan, di DKI Jakarta di gantikan wakilnya. Secara de fakto, Ahok lah yang menjalankan pemerintahan DKI dan jadi komandan birokrasi.
Jokowi Pun Ikutan Korupsi rupanya?
1) Jokowi terlibat dalam penggelapan / korupsi dana APBD untuk KONI Surakarta sebesar Rp. 10 miliar. Sebagian di alihkannya ke Persis secara melanggar hukum.
2) Jokowi terlibat korupsi dan suap dalam pelepasan aset pemda Solo, Hotel Maliyawan, dimana pelepasan aset gedung hotel sarat suap & KKN. Mengenai suap dan korupsi Jokowi serta pelanggaran UU, PP, Perda, dll.
3) Korupsi Jokowi pada penyaluran dana BPMKS sebesar Rp. 9.9 miliar, dimana laporan realisasi 110.000 siswa namun faktanya ternyata kurang dari 65.000 siswa Solo.
4) Korupsi Jokowi pada dana hibah Gub Jateng dan dana APBD untuk rehabilitasi dan pembangunan Pasar di Kota Solo.
5) Korupsi Jokowi pada dana hibah Gub Jateng dan dana APBD untuk rehabilitasi dan pembangunan Pasar di Kota Solo.
6) Korupsi dan KKN Jokowi pada proyek pengadaan Videotron di Kota Solo.
7) Korupsi dana APBD yang sangat nyata dan terang benderang pada pengadaan mobnas Esemka sbg Mobil Dinas. Langgar semua aturan/UU/Hukum.
8) Korupsi Jokowi pada dana bantuan program koperasi dan UKM Solo dgn modus koperasi / UKM fiktif sebagai penerima bantuan dana.
9) Korupsi Jokowi pada proyek rehabilitasi THR Sriwedari Solo yang mengakibatkan proyek rehabilitasi tersebut macet dan mangkrak selama 2 tahun.
Jumlah kasus korupsi Jokowi di Solo, sedikitnya 14 kasus dan sejumlah kasus suap (dari Imelda, Lukminto cs), sebagian macet di Kejari Solo, juga diantaranya adalah korupsi Jokowi di proyek KJS, KJP, MRT, Monorel dalam periode selama blm 1 tahun jadi Gub DKI Jakarta.
Sebelumnya voa-islam mengungkap kejanggalan dalam peningkatan jumlah kekayaan Jokowi yang katanya tidak pernah menerima dan menerima gajinya, aaah ternyata bullshit ya?

Horreee Jokowi tambah Kaya! Jasmev Kebagian lagi Sertipikatnya Ga?

Ini pengakuan Jokowi sendiri mengenai asal usul peningkatan kekayaannya yg mencurigakan itu.
Pengakuan Jokowi sendiri yang banyak dimuat di media massa. Silahkan cermati, analisa dan simpulkan sendiri.
1. Keanehan pertama dimulai dari tahun 2005 atau tahun pertama ketika Jokowi jadi walikota Solo.
Jokowi ngaku punya harta Rp. 10.7 Miliar. Sebagian besar harta tersebut berbentuk tanah dan bangunan yakni Rp. 8,2 miliar dan kendaraan. Sisanya uang tunai dalam bentuk deposito & tabungan.
Yang dimaksud Jokowi sebagai tanah dan bangunan sebagian besar adalah asset dari PT. Rabuka, perusahaan mebel milik Jokowi di Solo. PT Rakabu sebelumnya berbentuk CV, didirikan sejak 1988 namun sesuai perkembangan usaha berubah menjadi PT. Dgn pasar tujuan ekspor.
Berbeda dengan tulisan media-media bayaran yang sebutkan PT Rakabu punya karyawan 20.000 org dan omset ratusan miliar, perusahaan jokowi ini UKMK. Sesuai data laporan keuangan PT. Rakabu, perusahaan milik Jokowi ini omsetnya sebesar Rp. 6.085.522.695 (2008), Rp. 5.767.238.401(2009) dan Rp. 6.1 miliar pada tahun 2010. Itu baru omset. Laba tentu lebih kecil karena dari omset harus dikurangi biaya produksi, pajak dll.
Ini juga Sesuai pengakuan Jokowi juga, PT. Rakabu yang dikelola adiknya itu selama beberapa tahun terakhir tidak memberikan dividen yg besar. Pada tahun 2008 atau 3 tahun setelah jadi walikota, kekayaan jokowi meningkat menjadi Rp. 14 milyar dan naik lagi jadi Rp. 18 milyar pada 2010.
Kemudian pada tahun 2012 harta Jokowi naik lagi menjadi Rp. 27.2 milyar atau naik 9 milyar hanya dalam waktu 2 tahun !
Lanjut lagi dari mulut Jokowi sendiri, disebutkan peningkatan hartanya itu tidak berasal dari pendapatan di luar jabatannya sebagai walikota Solo. Lalu dari mana mas bro joko? Jokowi beralasan bahwa kenaikan harta kekayaannya akibat kenaikan NJOP tanah dan bangunan yang secara volume dan luas tidak bertambah. ANEEEHHH Bin AJAIB..
Ini dengan kata lain, Jokowi menyebutkan kekayaannya dalam bentuk tanah dan bangunan yg thn 2005 hanya Rp. 8 milyar, tahun 2012 naik jadi Rp 23 milyar. Dimana tanah dan bangunan yang bisa naik 300% nilainya atau NJOP nya hanya dalam waktu 7 tahun ? Di Mannhatan ? Di Tokyo ? Di Hollywood ? Tanah Jokowi yg 30 bidang itu katanya terletak di Sukoharjo, Sragen, Solo dan balikpapan. Tidak bertambah luasnya tapi naik harga 300%.
Silahkan di bedah dan analisa sendiri pernyataan-pernyataan Jokowi saat pelaporan LKHPN tahun 2005, 2008, 2010 dan 2012. Banyak di media-media. Penuh keanehan?
2. Keanehan lain atau kebohongan lain dari Jokowi adalah bhw dia tegaskan bahwa dia tidak pernah ambil gajinya..faktanya ?
Tapi Faktanya adalah kekayaan jokowi selama setahun sebesar Rp 161.455.644 yang berasal dari gaji dan tunjangan jabatan walikota Solo. Pendapatan lain yg dicatat Jokowi sebesar Rp 561.644.000 dari dividen PT. Rakabu. Jokowi tdk catat pendapatan lain diluar dua sumber itu. Ketika ditanya kenapa ada kekayaan yg bersumber dari gaji & jabatan walikota 161 juta sedang jokowi ngaku ambil gaji ? Jawabannya ngawur.
Dengan asal-asalan Jokowi menjawab bahwa dia hanya teken gaji saja. Ga ada ngambil sama sekali. Ya iyalaaah, wong gajinya ditransfer (^_^ hedeeeh tepok jidat). Ketika terpojok karena bohongnya ketahuan, Jokowi ngeles bahwa pengeluarannya setahun mencapai 570 juta.(Sekali lagi tepok jidat pake galon air mineral ^_^)
Sekali lagi si Jokowi ngawur karena pengeluaran/ uang yang dia keluarkan 570 juta tentu tidak masuk dalam harta kekayaaan. Bodoh atau pura-pura bodoh? Dari keterangan Jokowi sendiri, lisan dan tertulis, terbukti Jokowi itu seorang pendusta.
1. Tentang kenaikan hartanya yg 300% krna NJOP.
2. Tentang gaji dan tunjangannya yang tdk dia ambil melaikan dia sumbangkan semuanya ke rakyat miskin. Inilah potret jokowi glembuk.
Ini orang memang jago memutarbalikan fakta. Jago menipu dan tidak pernah merasa bersalah atau berdosa atas penipuannya itu. Lihat saja bagaimana dia menipu rakyat dengan kebanggaannya ketika dia dinobatkan jadi walikota terbaik versi lembaga abal-abal dengan pemilih abal-abal pula. [muhammad/tm2/voa-islam.com]

Inilah Dalil-Dalil Mengharamkan Umat Islam Memilih Pemimpin Kafir

JAKARTA (VoA-Islam) - Menjadikan orang kafir sebagai pemimpin bagi umat Islam berarti menentang Allah SWT dan Rasulullah SAW serta Ijma' Ulama. Memilih orang kafir sebagai pemimpin umat Islam berarti memberi peluang kepada orang kafir untuk "mengerjai" umat Islam dengan kekuasaan dan kewenangannya.
Berikut ini adalah sejumlah Dalil Qur'ani beserta Terjemah Qur'an Surat (TQS) yang menjadi dasar untuk bersikap dalam memilih pemimpin :
1.  Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin
QS. 3. Aali 'Imraan : 28.
"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu)."
 QS. 4. An-Nisaa' : 144.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?"
 QS. 5. Al-Maa-idah : 57.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman."
2.  Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin walau Kerabat sendiri :
QS. 9. At-Taubah : 23.
"Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan BAPAK-BAPAK dan SAUDARA-SAUDARAMU menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
QS. 58. Al-Mujaadilah : 22.
"Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling  berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekali pun orang-orang itu BAPAK-BAPAK, atau ANAK-ANAK atau SAUDARA-SAUDARA atau pun KELUARGA mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada- Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan mereka pun merasa  puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa  sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung."
3. Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai teman setia
QS. 3. Aali 'Imraan : 118.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi TEMAN  KEPERCAYAANMU orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang  disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya."
QS. 9. At-Taubah : 16.
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi TEMAN SETIA selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman ? Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
4. Al-Qur'an melarang saling tolong dengan kafir yang akan merugikan umat Islam
QS. 28. Al-Qashash : 86.
"Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi PENOLONG bagi orang-orang kafir."
QS. 60. Al-Mumtahanah : 13.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan PENOLONGMU kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa."
5. Al-Qur'an melarang mentaati orang kafir untuk menguasai muslim
QS. 3. Aali 'Imraan : 149-150.
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu MENTAATI orang-orang yang KAFIR itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allah lah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong."
6. Al-Qur'an melarang beri peluang kepada orang kafir sehingga menguasai muslim
QS. 4. An-Nisaa' : 141.
"...... dan Allah sekali-kali tidak akan MEMBERI JALAN kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman."
7. Al-Qur'an memvonis munafiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin
QS. 4. An-Nisaa' : 138-139.
"Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan  yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu ? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah."
8. Al-Qur'an memvonis ZALIM kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin
QS. 5. Al-Maa-idah : 51.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak  memberi petunjuk kepada orang-orang yang ZALIM."
9. Al-Qur'an memvonis fasiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin
QS. 5. Al-Maa-idah : 80-81.
"Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang FASIQ."
10. Al-Qur'an memvonis sesat kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin
QS. 60. Al-Mumtahanah : 1.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu     karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu  nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah TERSESAT dari jalan yang lurus."
11. Al-Qur'an mengancam azab bagi yang jadikan kafir sbg Pemimpin / Teman Setia
 QS. 58.  Al-Mujaadilah : 14-15.
"Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman ? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Allah telah menyediakan bagi mereka AZAB yang sangat  keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan."
12. Al-Qur'an mengajarkan doa agar muslim tidak menjadi sasaran fitnah orang kafir
 QS. 60. Al-Mumtahanah : 5.
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (SASARAN) FITNAH bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."